Memaparkan catatan dengan label PENDIDIKAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label PENDIDIKAN. Papar semua catatan

Rabu, 23 Mac 2016

TAJRI MIN TAHTIHA

“Assalamualaikum Pak.” Satu chat masuk mendentang di hp ku, via whatsapp.
“Waalaikumsalam.” Jawabku. Aku coba mengecek nomornya. Nomor baru.
“Siapa ya?” tanyaku sedikit penasaran.
“Saya Pak, yang dulu pernah bapak ajar di Sukabumi.”
“Oh, kamu ya rupanya. AMJ,” jawabku setelah nampak poto dirinya dengan pose selfie.
“Saya pengen nanya soal murojaah Pak. Gimana sistemnya?”

Tajri Min Tahtiha: Tiga Juz Sehari

Khamis, 17 Mac 2016

CARA SEDERHANA MENJAGA
HAFALAN AL QURAN
by: Marzuqi Ahmad

Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa Al Quran merupakan satu-satunya kitab Allah yang masih terpelihara keasliannya. Kitab suci yang masih murni, tanpa ada yang sanggup mengubahnya, menguranginya atau bahkan menambah kalimatnya.
Kemurnian dari kitab suci ini, di samping menjadi jaminan yang diberikan Allah sebagaimana yang Dia firmankan dalam Al Quran surat Al Hijr ayat 9:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. Al Hijr: 9)
ajari anak membaca Al Quran sejak dini

Isnin, 14 Mac 2016

Ikhtisar Asbabun Nuzul Surat At Taubah Juz 10
(Ayat 1 – 41)


1.       Qaatiluuhum yu’adzibhumullahu bi aidiikum (ayat 14)
Ayat ini turun berkenaan dengan Bani Bakar dan pentolan kaum Musyrik Mekah yang membunuh Bani Khuzaah (Mekah) padahal masih terikat perjanjian Hudaibiyah (diriwayatkan oleh Abi Qtadah)(Ikrimah dengan redaksi berbeda)
Mu’minin
maksudnya adalah Bani Khuzaah

  
2.       Maa Kaana Lil Musyrikiina s.d Aja’altum (ayat 17 – 19)
- Turun berkenaan dengan Ibnu Abbas yang membanggakan diri karena telah memberi   minum orang yang berhaji, memakmurkan masjidil haram saat dirinya ditawan dalam perang Badar (Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas)
- Turun berkenaan dengan perdebatan beberapa orang di dekat rmimbar Rasulullah SAW sehingga memicu kemarahan Umar. Saat kejadian ini dilaporkan, turun teguran ini. (Nu’man bin Basyir)

Ahad, 6 Mac 2016

Profil Santri Putra Al Khairiyah Sukabumi
Angkatan VII Tahun 2013

Penjaringan demi penjaringan calon santri Ponpes Al Khairiyah Sukabumi terus dilanjutkan. Dari tahun berdirinya 1994 hingga saat ini (sekitar 26 tahun) telah menerima tujuh angkatan santri. Dan ini adalah daftar angkatan terakhir tahun 2013:
1.       Fauzi Firmansyah Ridwan
TTL           : Solo, 10 Maret 2004
Umur        : 12 tahun
Come        : 1 September 2013 (Angkaatan VII)
Class         : 5 MI Raudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan   :  Juz 21 Surat Luqman ayat 11

2.       Ahmad Haaza Kamaal
TTL           : Madiun, 17 Oktober 2002
Umur        : 14 tahun
Come        : 1 September 2013 (Angkaatan VII)
Class         : 5 MI Raudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan   : Juz 20 Surat Al Qashash ayat 74

3.       Muhammad Shonniful Ulum
TTL           : Nganjuk, 16 Februari 2004
Umur        : 12 tahun
Come        : 1 September 2013 (Angkaatan VII)
Class         : 5 MI Raudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan   : Juz 12 Surat Yusuf ayat 43


Sabtu, 5 Mac 2016

Profil Santri 2 Huffadz Al Quran Al Khairiyah

1.       Ahmad Zuhair Afif Rahmatullah
TTL         : Jombang, 13 Oktober 2004
Umur    : 12 tahun
Come    : 17 Januari 2013 (Angkatan 6)
Class      : 5 MI Roudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan : Juz 21 Surat Ar Ruum ayat 60

2.       Ahmad Agus Luqmanul Hakim Ismail
TTL         : Nganjuk, 1 Agustus 2003
Umur    : 13 tahun
Come    : 17 Januari 2013 (Angkatan 6)
Class      : 5 MI Roudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan : Juz 22 Surat Saba ayat 44

3.       Muhammad Ainun Syifaul Ma’arif
TTL         : Nganjuk, 29 Juli 2004
Umur    : 12 tahun
Come    : 17 Januari 2013 (Angkatan 6)
Class      : 5 MI Roudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan : Juz 18 Surat Al Mu’minun 92

4.     Ebit Affan Ghofur
TTL         : JombangMei 2003
Umur    : 13 tahun
Come    : 17 Januari 2013 (Angkatan 6)
Class      : 1 MTs Yasti 3 Cisaat
Hafalan : Juz 25 Surat Az Zhukruf ayat 10

5. Sayyid Abdurrahman Hamdi
TTL         : Jombang, 10 Februari  2004
Umur    : 12 tahun
Come    : 17 Januari 2013 (Angkatan 6)
Class      : 5 MI Roudhatul Ghilman Pasir Badak
Hafalan : Juz 15 Al Kahfi ayat 68

Sabtu, 5 Maret 2016


Profil Santri Huffadz Al Quran Al Khairiyah

Menjadi santri di Pesantren Al Khairiyah Sukabumi sungguh menjadi kebanggaan tersendiri. Susah senang, senyum bahagia, tetes air mata bersama dijalani. Seperti sebuah keluarga besar dengan proyek yang besar pula. Proyek percetakan generasi huffadz qurani.

Kini, ditengah persaingan pondok pesantren di Indonesia, Al Khairiyah masih menjelma sebagai pesanteren yang tidak bisa dianggap sebelah mata. Terlepas dari berbagai kekurangan dan kelemahan, kami suguhkan profil Santri Al Khairiyah Putra Angkatan V Tahun 2006.

Meski sedikit semoga mereka tetap bisa menggigit.  
1.       Ahmad Ajik Nur Fata Mubarok
TTL         : Nganjuk, 14 Oktober 1998
Fb           : Azk Cesc
Email     : cescmubarak98@yahoo.com
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 2 MA Tarbiyatul Falah Selabintana
Khatam                : 2 Nopember 2010 (Al Quran)
                 20 Februari 2015 (terjemah)
Ustadz  : Mas Isom (juz 1), Mas Ahsan (juz 8), Mas Jalil (juz 10), Mas Isom (khatam), Mas Amir              (tashih), Mas Saiful (terjemah)
Khatam Al Quran            : 3 tahun 11 bulan 20 hari

2.       Mohammad Abdullah
TTL         : Kediri, 23 Mei 1998
Fb           : Ismi Muhammad Abdullah
Email     : minurasaku@gmail.com
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 2 MA Tarbiyatul Falah Selabintana
Khatam                : 18 Juni 2010 (Al Quran
                 (terjemah)
Ustadz  : Mas Yusuf (juz 30), Mas Rolis (juz 11), Mas Asad (juz 12), Mas Ali (juz 14), Mas Saiful (juz 26), Mas Ali (khatam)
Khatam Al Quran            : 3 tahun 7 bulan

3.       Muhammad Ihsan
TTL         : Blitar, 26 Nopember 1997
Fb           : Nu’man Bin Tsabit
Email     : 25rajab@gmail.com
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 2 MA Tarbiyatul Falah Selabintana
Khatam                :20 Juni 2010 (Al Quran)
                (terjemah) target khatam tahun 2016
Ustadz  : Mas Jalil (juz 18), Mas Hafidz (juz 20), Mas Jalil (juz 23), Mas Ali (khatam), Mas Saiful (terjemah)
Khatam Al Quran            : 3 tahun 7 bulan


4.       Muhammad Iqbal Ulul Hakim
TTL         : Nganjuk, 15 Februari 1999
Fb           : Iqbal Ulul Hakim (Madritista)
Email     : iqbalululhakinm99@gmail.com
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 1 MA Tarbiyatul Falah Selabintana
Khatam                :3 Maret 2011 (Al Quran)
                (terjemah) target khatam tahun Maret 2016
Ustadz  : Mas Ahsan (juz 8), Mas Jalil (juz 18), Mas Ali (khatam )
Khatam Al Quran            : 4 tahun 4 bulan

5.       Muhammad Mukhtar Dzulhilmi
TTL         : Kediri, 20 Agustus 1999
Fb           : Dzulhilmi
Email     : -
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 3 MTs Yasti 3 Cisaat
Khatam                :9 Nopember 2010 (Al Quran)
                Juz 26 (terjemah)
Ustadz  : Mas Nadzir (juz 12), Mas Arif (Juz 20), Mas Jalil (khatam)
Khatam Al Quran            : 3  tahun 11 bulan 22 hari

6.       Muhammad Ma’ruf Baidhowi
TTL         : Kediri, 11 Mei 2000
Fb           : Ma’ruf Baydhowi
Email     : -
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 3 MTs Yasti 3 Cisaat
Khatam                :2 Mei 2012 (Al Quran)
                Juz 23 (terjemah)
Ustadz  : Mas Amir dan Mas Jalil
Khatam Al Quran            : 5 tahun 6  bulan

7.       Muhammad Hafidzun Syafa’at
TTL         : Cilacap, 3 Agustus 1999
Fb           : Akh Syaf
Email     : -
Come    : 12 Nopember 2006 (Angkatan 1)
Class      : 1 MA Tarbiyatul Falah Selabintana
Khatam                :1 Juni 2011 (Al Quran)
                30 Desember 2015  (terjemah)
Ustadz  : Mas Asad (juz 7), Mas Ali (13), Mas Hafizh (juz 17), Mas Amir (khatam)
Khatam Al Quran            : 4 tahun 7 bulan



Sabtu, 5 Maret 2016

Isnin, 29 Februari 2016

Kenapa Aku Memilih Menjadi Penulis?
(sebaik baik manusia adalah yang memberi manfaat untuk sesamanya-hadits-)

Seorang guru di sebuah sekolah tingkat dasar bertanya pada murid-muridnya.
“Siapa yang bisa menyebutkan garis keturunan dimulai dari ayah, kakek,buyut dan seterusnya?”
Maka anak-anak pun saling berlomba menjawab pertanyaan gurunya tersebut.
“Nama ayahku Lukman, nama kakekku Ridwan,” jawab seorang murid bernama Sardi.
“Kalau ayahku orang Jawa, namanya Slamet. Kakekku namanya Parjo,” kata Agus tak mau kalah.
Satu persatu Ali, Ahmad, Rashid, Jaka, Siti, Umi dan yang lainnya menjawab.
“Ada yang tahu nama kakek buyutnya?”sang guru memberi tantangan.
Suasanan kelas hening, semua siswa menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba, Siti mengacungkan tangannya, “saya tahu Pak Guru.”
“Siapa nama kakek buyutmu Ti?” tanya Pak Ruslan, guru PPkn di kelas ini.
Dengan sedikit ragu,Siti menjawab, “setiap hari Minggu saya selalu diajak ke kampung nenek. Di sana nenek hidup bersama ayahnya. Saya biasa memanggil beliau Mbah Nang,” ujar Siti polos.
Anak-anak pun dibuat tertawa oleh kepolosan jawaban Siti. Suasana menjadi riuh.

“Tenang anak-anak!”
“Sekarang siapa yang tahu pencipta lampu yang ada di atas ini?” tanya Pak Ruslan seraya menunjuk lampu yang tidak menyala.
Segera anak-anak mendongakkan kepala ke atas.
“Philips Pak,” jawab Sardi cepat.
“Dari mana kamu tahu?” Pak Ruslan mengernyitkan kepala.
“Dari tulisan yang tertera di pinggirnya Pak.”
“Hmmm.. Bagus.”

Tampaknya pak guru bernama lengkap Ruslan Abdul Gani ini belum puas untuk menggiring pemahaman anak-anak didiknya. “Lalu siapa yang menulis buku Pkn ini?”
Segera anak-anak membuka sampul buku yang sebelumnya telah terbuka.
“Jonathan dkk.” Jawab anak-anak serempak.
Dengan senyum puas Pak Ruslan melanjutkan, “Anak-anak. Nama Philips, Jonathan ataupun yang lainnya hanya contoh kecil dari sebuah karya. Padahal mereka belum pernah kalian lihat. Bertemu juga belum. Tapi kalian mengenalnya. Inilah hebatnya karya. Dan karya yang bisa kalian saat ini setidaknya tulisan.”

Setelah terjadi diskusi kecil, pak Ruslanpun memberi kesimpulan tentang arti penting sebuah tulisan. Menulis tentang apa saja, terutama pelajaran.

Ketika seorang coach kepenulisan, Bang Rama memintaku untuk memberikan alasan, kenapa aku ingin menjadi seorang penulis. Jawabanku tidak akan jauh dari apa yang telah disampaikan Pak Ruslan di atas.
Apa yang bisa aku berikan kepada orang lain selain karya?
Salah satu karya yang bisa aku lakukan adalah dengan membuat tulisan. Imam Ghazali pernah berpesan, “jika kalian bukan anak seorang raja, bukan pula anak seorang ulama. Maka jadilah penulis.”

Seperti juga kata pepatah,  gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, baik atau buruk akan dikenang.
Maka alangkah baiknya jika kenang-kenangan yang kita berikan itu berbentuk karya tulis yang bermanfaat tidak hanya untuk kita, tapi juga orang lain.
Aku patut bersyukur, dikenalkan dengan orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama, alasan yang sama dalam membuat karya tulis. ODOP pimpinan Bang Syaiha salah satunya. Lewat karya-karya yang ada aku bisa banyak belajar dari sana. Menulislah untuk Keabadian!
Sepengetahuanku saat ini dunia tulis menulis sedang menggeliat, untuk menjadi penulis hebat persaingannya cukup ketat. Namun aku cukup percaya dengan omongan Mbak Asma Nadia yang tidak percaya akan  bakat. Jadi ya bismillah aku mulai meski berjalan lambat.
Tidak ada kata telat. Tidak pula kata terlambat.
Karena alasanku untuk menjadi penulis amat jelas. Berkarya untuk dikenang. Berkarya untuk memberikan kemanfaatan. Berkarya melalui tulisan.

Nganjuk, 29 Februari 2016

Ahad, 28 Februari 2016

LIFESTYLE
-Ketika Wanita Menggoyahkan Iman Kaum Pria-

Baru-baru ini stasiun televisi swasta RCTI menayangkan kontes wanita paling ayu sejagad yang disebut Miss Universe Indonesia 2016. Pro kontrapun bermunculan baik seputar penayangan acara ini maupun hal yang lebih kecil lagi, pencatutan nama Aceh-yang mengedepankan syariat Islam- telah mengirim utusan dalam acara ini, yang ternyata bukan gadis asli Aceh, melainkan keturunan Jawa yang mengaku Aceh, kecolongan.
PENDIDIKAN
-Kesejahteraan Para Guru-
Baru-baru ini Indonesia dihebohkan dengan demonstrasi yang dilakukan oleh para guru honorer. Ribuan guru dari berbagai daerah dikabarkan mengepung istana demi menagih janji pemerintah yang belum terlunasi. Tanpa berpihak pada satu elemenpun, di sini timbul pertanyaan. Ada apa di balik aksi yang dilakukan oleh kaum pahlawan tanpa tanda jasa ini? Ada apa dengan pendidikan di Indonesia saat ini? Jika para gurunya demo, apa yang akan dilakukan murid-muridnya di sekolah?

Isnin, 22 Februari 2016

APA KITAB TAFSIR ANDA?
By: Achmad Marzuqi

Entah ini benar-benar sebuah pertanyaan yang dilontarkan juri atau hanya sekedar mengejekku yang memberikan penafsiran acak-acakan.
Saat aku menafsirkan ayat 25 surat At Taubah.
"Mawaathina" ini termasuk isim (kata benda) apa fi'il (kata kerja)?" tanya juri.
"Isim," jawabku mantab.
"Jamak atau mufrod?" lanjutnya.
"Jamak," jawabku sambil menerka apa yang akan juri tanyakan kembali.
"Apa mufrodnya?"
Deg.
Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tak ingin aku dapatkan. Aku terdiam untuk beberapa waktu.
"Hmmm.. Mathana," jawabku ragu.
"Oh, ada ya isim mufrod Mathana," kata juri dengan mata mendelik membuat pondasi keteguhan yang aku bangun runtuh seketika.
"Mathinun," jawabku asal berharap itulah yang benar.
"Okelah," kata juri sambil mencoretkan catatan di kertas.
Aduuuh. Salah ini..

"Di mana letak Hunain?"
Aku yang merasa terpojok dengan kesalahan pertama menjadi semakin gerogi. Materi yang aku bungkus dalam ransel otakku terasa melayang, hilang.
"Di Jazirah Arab," jawabku.
"Jazirah Arab itu luas. Coba diperinci lagi!" pinta sang juri.
Hunain,, kapan yaaa
Niat hati ingin bilang bukan di Indonesia, apalagi di
Legok Kab. Tangerang ini. Saking blank nya, tapi urung aku sampaikan.
"Di perbatasan Syam," jawabku lemah.
"Yang benar di antara Madinah dan Thaif," juri membenarkan.
Entah kenapa dengan otakku saat ini. Payah.

"Apa arti dari idz a'jabatkum?" 
Lama aku terdiam, mencari jawaban, "membuatmu takjub." 
Aku nyadar  ada beberapa pertanyaan yang tak bisa aku jawab. Dengan wajah sedikit memerah aku turun dari panggung panas ini setelah hampir dua puluh lima menit di sana.
Buru-buru aku cari jawaban dari peserta lain. Termasuk sms kepada kawanku yang ahli dalam tata bahasa Arab.
Belakangan aku ketahui jika:
1. Mufrod dari Mawaathina adalah Mauthinun saperti juga kata Masjidun yang mempunyai jamak Masaajidun
2. Aku terjebak dalam perangkap Hunain dan Tabuk. Dua peristiwa perang yang berbeda. Hunain terjadi setelah Fathu Makkah dengan jumlah pasukan muslim kala itu 12.000 personil. Sementara perang Tabuk yang diikuti 30.000 pasukan perang dilakukan di tahun 9H. Melawan Pasukan Romawi.
3. Idz a'jabatkum artinya kamu menjadi congkak. Bukan takjub.

Hmmm.. pantesan juri sampe bertanya Apa Kitab  Tafsir Anda. Mungkin mereka mereka merasa aneh mendengar penafsiranku yang nyeleneh.
Semoga jadi pelajaran. Amiiin
(kenangan manggung di Legok Kab. Tangerang sebagai utusan dari Cisoka-17/02)

KA. Kahuripan, 22 Feb 2016

Jumaat, 12 Februari 2016

MALAM JUMAT RIKO (1)
Oleh: Achmad Marzuqi
Tak pernah terbersit dalam benak Riko untuk hidup di dalam jeruji suci. Sebuah tempat yang mempunyai bangunan-bangunan kokoh berlapis tembok. Ruang-ruang tampak berjajar rapi, lengkap dengan kursi dan meja belajarnya, seperti kompleks sekolah.
Yang dia rasakan saat ini dia berkumpul dengan anak-anak seusianya, yang belum pernah dia kenal sebelumnya, baru. Pakaian yang dia pakai pun sudah berubah. Biasanya dia memakai pakaian bebas semaunya, kecuali jika hendak berangkat sekolah Dasar di pagi hari dan berangkat ke Taman Pendidikan Al Quran di sore hari. Kini, hanya tiga jenis pakaian yang dia pakai, jubah putih lengkap dengan pecinya, baju seragam tidur dan seragam sekolah, MI.
“Ko, hati-hati ya di sana nanti. Taati segala peraturan yang ada. Ayah dan ibumu mendoakan dari sini,” pesan ibunya.

Selasa, 2 Februari 2016

CEMBURU??
EITTTS... TUNGGU DULU!
Oleh: Achmad Marzuqi

Tiga golongan yang tidak akan masuk surga selamanya: DAYUS, wanita yang menyerupai lelaki dan peminum arak, sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami menngerti orang yang meminum arak, lalu apakah DAYUS itu? , Nabi menjawab : "Yaitu ORANG YANG TIDAK MEMPERDULIKAN SIAPA YANG MASUK BERTEMU DENGAN AHLINYA (ISTERI DAN ANAK-ANAKNYA) - ( Riwayat At-Tabrani

Siang ini warung di rumahku agak sedikit ramai oleh pembeli. Kebanyakan mereka membeli kebutuhan dapur seperti beras, jagung, minyak goreng, sayuran, garam dan sebagainya. Aku dan ibuku selalu melayani mereka dengan penuh senang hati, friendly dan cekatan.
“Mad, tolong bungkusin ini.”
“Itu coba tanyain orang yang di depan. Mau beli apa.” Begitulah ibu sering bilang.
keluarga sakinah-bangun komunikasi. HEC2
Meski sudah lama aku membantu ibu di warung tetapi tak jarang aku melakukan kesalahan, dari belanja yang tidak sesuai, salah dalam menghitung total pembelian hingga pelayanan yang dinilai lamban.

Ahad, 31 Januari 2016

PERNAK PERNIK JUMATAN
Oleh: Achmad Marzuqi
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Qs. Al Jumah 9)

Hari Jumat menjadi hari yang agung bagi umat Islam, di dalamnya banyak manfaat dan keutamaan. Satu di antara keutamaan yang bisa dirasakan umat Islam adalah shalat Jumat.
Sebagai penganut umat Islam yang taat aku tak pernah absen dalam menjalani ibadah ini, kecuali jika ada halangan. Selain pahalanya yang berlipat aku juga pernah ditakut-takuti oleh orangtuaku kalau kita tidak melaksanakannya ntar bisa jadi kera. Naudzubillah.
Di umurku yang sudah lebih dari seperempat abad ini, aku  ingin menceritakan kembali bagaimana ibadah Jumah ini di beberapa masjid yang pernah aku singgahi.
1.        Masjid Az Zamzami Cisaat Sukabumi
bersama jamaah dari SMPIT Al Araf Sukabumi
Shalat Jumat di masjid ini sungguh memberi kesan yang mendalam. Bayangkan, dari usia 8 tahun hingga usia 22 tahun tidak pernah pindah. Berangkatnya pun sangat dini untuk umumnya umat Islam, pukul 10.00 WIB harus ada di lokasi. Setelah shalat Tahiyatul Masjid, sebagai santri kita diwajibkan untuk murojaah hafalan Al Quran sambil menunggu azan Jumat berkumandang. Azan dilakukan dua kali, lalu khutbah dan ditutup dengan dzikr berjamaah.

Isnin, 25 Januari 2016

MASJID AL MUBASYIRIN PRIOK
By : Achmad Marzuqi

Al Mubasyirin yang penuh kenangan
Suka dan duka yang kurasakan
Tak sanggup aku rangkai dengan tulisan
Sebulan sudah tugas ini aku selesaikan
Kini tiba saatnya perpisahan
Selamat tinggal kawan...
Sampai jumpa di Ramadhan mendatang
Masa yang insyaallah penuh dengan keberkahan
Ku kan merindukanmu
Hingga saat yang tak menentu
I Miss you
Salam manis dariku
Achmad marzuqi, 17 Juli 2015





bersama ust. Amirul di camp Imam

Jakarta Islamic Centre

Santri-santri Cilik Al Mubasyirin Jakarta Utara

Rabu, 20 Januari 2016



SURAT PERMOHONAN CUTI
Yth.
Kepala Sekolah SMPIT Al-A’raf
Di tempat

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Segala puji bagi Alloh atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Salam dan Sholawat semoga senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, para Sahabat, Tabi’it Tabiin, dan pengikutnya yang setia sampai akhir zaman. Amin.
Disampaikan dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                            : Gamma Gelar Susila Ramadhan , S.Pd
Jabatan                          : Guru IPA
Unit Kerja                      : SMPIT Al-A’raf
Alamat                                    :   Jl. Cipelang Leutik VII  No.14 Kota Sukabumi
Bersama dengan surat ini memohon izin tidak masuk berkerja (tulis alasan cuti) pada hari (contoh Kamis – Ahad, 6 – 15 Februari 2014)
Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian serta terpenuhinya permohonan ini, kami ucapkan  Jazakumullahu Khairan Katsira.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
                                                                                        Sukabumi, 4 Februari 2014
                                                                                          Hormat saya,


                                                                                                                    Ahmad Marzuqi
                                



Isnin, 18 Januari 2016


Ayo NGapalin AL Quran
Handbook tebal ratusan halaman, formula-formula njelimet nan ruwet, tugas bejibun, itulah yang sering digeluti sebagian besar dari kita, manusia. Sehari 24 jam yang diberikan oleh sang Maha Pemberi waktu terkadang terasa kurang bagi kita. Bangun pagi kita mulai disibukkan dengan akademik, kemudian menyusul kegiatan organisasi, agenda rapat. Setelah sampai di kos, kita disibukkan dengan belajar dan mengerjakan tugas. Memang, jika berbicara mngenai kesibukan mahasiswa tidak akan ada habisnya. Ada saja alasan yang bisa dikemukakan untuk memberikan kesan bahwa kita sangat sibuk.
Bersama Santri TPQ Sasa
Sebelum memulai belajar, seorang penuntut ilmu hendaknya memahami dengan baik- baik kaidah- kaidah yang diletakkan oleh para ulama untuk menjadi bekal para penuntut ilmu.
Kaidah –kaidah kalau dipegang teguh dan dihayati, insya Allah akan banyak membantu para penuntut ilmu di dalam mencapai cita-cita mereka
Diantara kaidah- kaidah tersebut adalah sbb :
Kaidah Pertama :
( العلم لا يعطيك بعضه حتى تعطيه كلك )

” Ilmu itu tidak akan memberikan kepadamu sebagiannya, sehingga engkau memberikan kepadanya semua yang engkau miliki ”

Kaidah Kedua :
( تعلم فليس المرء يولد عالما)
” Belajarlah, karena seseorang itu tidak dilahirkan dalam keadaan berilmu ”


Kaidah Ketiga :
ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها
إن السفينة لا تجرى على اليبس
” Anda mengharapkan keselamatan, akan tetapi anda tidak mau mengikuti jalan jalan yang mengantarkan kepada keselamatan tersebut.

Kaidah Keempat :
من لم يذق ذل التعلم ساعة
تجرع ذل الجهل طول حياته
” Barang siapa yang belum pernah merasakan sama sekali kehinaan ketika belajar, maka niscaya dia akan merasakan kehinaan karena bodoh selama hidupnya “

Kaidah Kelima :
(الطريقة أهم من المادة )
” Pengetahuan tentang tata cara belajar itu jauh lebih penting dari pengetahuan tentang materi pelajaran itu sendiri ”

(disarikan dari Kitab Ta'Lim Mutaallim)

(Senin, 18 Januari 2016)

Rabu, 13 Januari 2016

PUISI
NYAMUK NAKAL
Oleh: Achmad Marzuqi
#puisi nyamuk nakal
Aku heran dengan nyamuk yang ada di rumah.
Kenapa mereka minum darah.
Padahal air di kamar mandi belakang melimpah.
Andaipun mereka mau makan, di dapur masih banyak nasi dan sayur berkuah.

Popular Posts