Memaparkan catatan dengan label Serba serbi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Serba serbi. Papar semua catatan

Rabu, 9 Mac 2016

ANTARA ASAP, ROKOK
DAN KERETA API

"Ada sebuah kereta api listrik berangkat dari  Kediri menuju Bandung. Kereta api tersebut mengangkut 7 buah gerbong penumpang.  Satu gerbong berisi 115 orang penumpang. Pertanyaannya, jika kereta tersebut berjalan dari arah timur menuju barat. Ke mana arah ASAP kereta api tersebut?"
Sebuah pertanyaan sekaligus tebakan aku lontarkan kepada murid-murid TPQ ku di suatu sore.

Saat itu aku menyediakan sebuah bingkisan kecil berisi cokelat dan roti sebagai hadiah bagi mereka yang jawabannya tidak salah.
Namun apa yang terjadi?
Jawaban mereka yang beragam, menyebut semua arah mata angin sampai ada tambahan ke atas dan bawah aku nyatakan sebagai jawaban yang salah.

Saat aku mencoba mengulang dengan pertanyaan yang sama, tak satupun dari muridku yang benar jawabannya .
Mereka tidak sadar jika terjebak pada arah kereta api dan lupa dengan LISTRIK yang tak menimbulkan Asap.
Gagal Fokus.

Sore ini, sebuah pengumuman berkumandang lantang dari petugas Kereta Api. Sebuah pengumuman yang menggelitik yang membuat jam melamunku sedikit terusik.
"Diberitahukan kepada seluruh penumpang bahwa saat ini kereta api akan sampai di stasiun Madiun. Bagi penumpang yang kedapatan merokok di dalam gerbong, jobdess ataupun toilet akan dikenakan sanksi berupa penurunan di stasiun terdekat... bla bla bla...."

Heran. Kenapa ada diskriminasi buat para perokok?
Padahal antara lokomotif kereta dan perokok kan mempunyai satu kesamaan.
Sama-sama menghasilkan asap.
Adil donk harusnya, jika perokok diturunkan paksa. Lokomotif penarik gerbang haruslah dilepas juga.
Kecuali jika kereta listrik.
Hmmm, jadi ingat tebakan yang gagal dijawab malaikat-malaikat cilikku di TPA.
Kecuali juga jika rokoknya rokok listrik.
Aduh, nyetrum donk!!!!

Lama kumerenung, akhirnya jawabannya aku temukan juga. Bahwa antara asap, rokok dan kereta api mempunyai sebuah korelasi.
Rokok dan kereta api mempunyai satu kesamaan.
Sama-sama menimbulkan asap.
Bedanya jika asap kereta api hasil pembakaran mesin diesel ini berguna dalam mendorong gerbong-gerbong kereta. Sementara asap rokok hasil pembakaran sembako dengan isapan penggunanya berbahaya buat kesehatan manusia.

Jadi ya wajar saja jika perokok di dalam gerbong kereta api akan diturunkan paksa.

KA Kahuripan, 9 Maret 2016

Selasa, 1 Mac 2016

5 TIPE PENCARI NAFKAH DI JALANAN
By: Marzuqi Ahmad

Beda orang beda penilaian. Mungkin itu adalah istilah yang cocok dalam memberi gambaran perbedaan. Tergantung dari sudut mana dia memandang.
Asing di mataku belum tentu asing di mata orang lain. Dan ini murni tentang penilaianku selama beberapa pekan montang manting di perjalanan.

5 Tipe Pencari Nafkah di Jalanan
1. Tipe PHP
      "Ayo ayo Luwipanjang Luwipanjang" teriak seorang sopir yang sedang ngetem di stasiun Kiaracondong Bandung.
Aku sebagai penumpang bisa memperhatikan.
"Luwipanjang Langsung Luwipanjang langsung!" sambil menyalakan mesin angkot, maju mundur (syahrini donk. Hehe) layaknya hendak siap berangkat. Padahal nunggunya saja bisa menghabiskan waktu makan bakso 2 porsi.

2. Tipe  Baper
      Tentunya bukan Baper alias bawa perasaan layaknya anak anak jaman sekarang.
"Kurang seribu lagi Bu," kata seorang sopir angkot kala diberi dua lembar uang dua ribuan. "Coba ibu ngojek udah berapa bayarnya. Ini bukan buat saya. Ini buat setoran. Sekarang udah susah mahal pula."
Glek.
Baper. Bawa bawa Permasalahan

3. Tipe Petak Umpet
      "Mang anterin ke tempat anu!" kata Ani pada tukang ojeg.
"Oke, cabut."
Setelah tiba di ktp eh tkp. Mang Ojeg minta bayaran yang lumayan menguras kantong saku. Dasar si Ani orang baru, begitu cerita kepada kawannya tentang ongkos yang mang ojeg pinta.
"Padahal kalau jalan paling cuma sekilo. Mang ojeg aja yang muter muter biar terasa jauh."
Deg. #nyesek

4. LRD
     Cinta Jarak Jauh?
     Bukan Bukan! Sinyal kalee yang jauh.
     Seorang lelaki gempal bertato kepala kadal datang menghampiri Ono yang keluar dari toilet umum.
"Dua ribu Mas." kata si preman.
"Ini kan gratis. Tuh liat tulisannya!" seraya Ono menunjuk papan pengumuman.
"Itu dulu Mas. Sekarang udah beda." sambil menadahkan tangan. Meminta uang.
Celingukan. Merasa gak punya teman. Kalah isi badan. Ono akhirnya membayar juga.
Lu Rasakne Dewe hehe. Kata preman dalam hati.

5. Penipu
     Seorang tukang becak menghampiri Ana dan Ani yang terlihat membawa ransel di prapatan kota.
"Ayo Neng, becaknya!"
Ana ini hanya menggelengkan kepala. Tak menerima.
"Plis donk neng. Seikhlasnya. Mau ke mana saja saya antar. Pagi ini saya belum makan neng," mengiba.
Merasa iba kedua gadis inipun setuju. Lantas naik.
Belum duapuluh kayuhan becak. Si bapak bercerita jika kemarin ada penumpang yang hampir sama dengan keduanya. Udah gitu bayar duapuluh ribu.
"Jadi kita harus bayar segitu Pak?" tanya Ani kesal.
"Iya neng. Tarifnya memang duapuluh ribu seorang."
"Tadi bapak bilang....."
Terjadilah percekciokan..
Ketipu Daaa...

(just kidd and share pengalaman)
Sukabumi, 1 Maret 2016


Jumaat, 26 Februari 2016

Galery MTQ 5 –
Kami hanya Meminta Penafsiran yang Padat dan Jelas
By: Achmad Marzuqi

Lomba MTQ di Kabupaten Serang menyisakan kisah dan pengalaman tersendiri dan sulit untuk dilupakan. Kabupaten Serang menjadi tempat terakhir di Propinsi banten yang mengadakan MTQ. Lokasi MTQ ini menjadi lokasi paling jauh untuk dijangkau para peserta MTQ, Anyer. Dua naik angkot jika dari Terminal Merak dengan rata-rata waktu tempuh setiap angkot lebih dari setengah jam perjalanan.

Isnin, 22 Februari 2016

ODOP in THE PANTUN
By: Achmad Marzuqi

Naik kereta ke kota Ciamis
Melewati sawah sawah di desa
Selamat datang para penulis
Di grup ODOP yang tercinta

Sawah membentang berwarna hijau
Disiram air air pupuk urea
Pengen menulis tapi masih galau
Di grup ODOP ada solusinya

Menanam padi di tengah sawah
Padi menguning dipatuk burung gereja
ODOP hanya sebuah wadah
Buat penulis tanpa pandang usia

Beras masak namanya nasi
Beras digiling bisa jadi bubur
Alaah kamu kok banyak basa basi
Posting di ODOP tulisanmu bakal teratur

Sembarangan makan bikin tubuhmu terkulai
Makanan bergizi bikin tubuhmu kebal
Bismillah. Mari kawan segera memulai
Semoga ODOP mencetak penulis penulis handal
(otw Sukabumi Bandung Luwih Panjang)

Bus Sangkuriang, 22 Feb 2016

Jumaat, 19 Februari 2016

Galery MTQ - The Last Show

Pukul 19.00 Terminal Kota Serang
"Maaf mas, ini ada penumpang yang sakit dan harus segera dibawa ke RS," kondektur menepuk punggungku meminta turun, pindah bus.
"Tinggal naik bus, nggak bayar lagi."
Dinginnya malam ini, ditambah Ac bus yang tak pernah mati. Setelan kaos lengan panjang dengan celana hitam bahan mengukuhkan rasa yang kualami. Dingin. Menusuk pori.
Pindah bus
Ngetem
Menunggu lagi
Membosankan dan menyebalkan
Lima belas menit berlalu dan masih menunggu.
Dua orang pengamen masuk dan mulai mendendangkan lagu. Asik.
Selalu lagu Iwan Fals yang jadi andalan. Tentang Wakil Rakyat, tentang koruptor, tentang kemiskinan dan ketidakadilan.
Selembar uang seribuan menjadi upah yang pantas lewat gitar dan suara gendang yang memberiku hiburan.
"Makasih Mas," ucapnya tulus.

Kesendirian, rasa lelah, tersesat di jalan menyatu dalam sebuah perjuangan. Berbekal alamat dan panduan panitia aku nekat menembus jalanan yang  belum aku tahu ujungnya.
Sebuah pesantren kecil yang tak bernama namun mencetak banyak nama. Andai bukan karena rame rame isu teroris. Andai bukan karena polisi dan intel yang acapkali masuk menginterogasi setahun lalu.
Al Khairiyah
Pesantren Tahfizh Al Quran
Kini tampak nyata dengan baliho kecilnya.
Entah di kelas berapa pertama merasakan panggung panas MTQ. Yang aku ingat gegara hafalan yang acak acakan beberapa pukulan rotan dari syekh aku rasakan. Mungkin di awal awal SMP. Karena saat itu aku hanya ikut kategori juz 30.
Dan itu tidak pernah terulang lagi hingga 2010.
Masa percobaan yang berujung kegagalan di kancah kabupaten Sukabumi.
Terlepas dari semua proses di atas. Setidaknya panggung mtq telah mengantarku bolak balik ke kep. Anambas. Sebuah kepulauan yang terkenal dengan pantai pantainya yang cantik.
Panggung MTQ juga yang mengantarku jatuh bangun hingga mencapai runner up di tingkat propinsi Jabar dan Kep Riau tahun 2012 dan 2013.
Panggung MTQ pula yang mengantarku ke Anyer, ujung pulau Jawa.
Sebuah keinginan tiba tiba melintas untuk mengakhiri semuanya. Mengakhiri perform di panggung MTQ. Dan menjadikan ini sebagai penampilan terakhir. Tahun terakhir. Dengan catatan lolos terlebih dahulu di panggung MTQ Nasional.
Jika kau memuliakan Al Quran, maka Al Quran akan memuliakanmu.
Begitulah janji yang pernah aku dapati. Semoga.

Tak terasa aku melewatkan perjalanan yang panjang. 2x oper angkot untuk mencapai tujuan. Anyer di Kabupaten Serang. Tepat pukul 20.35.
Dua sampai tiga jam perjalanan dari Kab. Tangerang.

Anyer, 19 Feb 2016

Galery MTQ
Belajar dari Penampilan MTQ

Ini hanyalah sebuah goresan yang aku tulis selagi ada di atas bus Arimbi. Dari Tol Bitung menuju Anyer dan transit di PCI. Sebuah perjalanan panjang yang aku lakukan selama menjalani perlombaan MTQ.
Puji syukur aku panjatkan ke hadirat Ilahi. Yang memberiku keselamatan dari awal pemberangkatan (15/02) hingga detik ini.
Bagiku panggung MTQ menjadi ajang hiburan sekaligus penampilan yang menegangkan. Hiburan karena aku melalui perjalanan yang amat panjang, melewati jalan jalan baru yang menghibur pandangan. Menegangkan karena tuntutan tampil maksimal dari panitia pengundang.
Usaha maksimal kadang belum menjadi jaminan kelancaran. Doa doa yang kupanjatkan kadang tak mampu meredam hati yang deg degan. Ada faktor x yang disebut keberuntungan. Beruntung dapat soal yang mudah. Beruntung kala juri penilai lengah. Beruntung karena mood tampil yang lagi wah...
Waduh tepat pukul 18.00 ban bus arimbi yang aku tampangi harus diganti. Oke, langsung saja ke masalah inti.
Belajar dari Penampilan Panggung MTQ
Kenapa penampilanku mulus di panggung pertama MTQ kota Tangerang?
Setidaknya ada dua faktor
Faktor soal yang nggak begitu susah
Perpindahan lokasi penampilan Tafsir Indonesia dari Masjid Al Washilah ke Masjid Airnav yang membuat jumlah penonton (mustamiin) tak begitu membludak. Setidaknya rasa pede ku jadi semakin tergugah.
Lalu...
Kenapa saat tampil di kabupaten, sedikit acak acakan?
Jumlah mustamiinnya jauh lebih banyak.
Materi bahsa arabku dan wawasan keislamanku
 yang amat minim.
Apa perbedaan nafqah, shadaqah dan zakat?
Dasar apa yang Anda pakai dalam menjawab soal si atas?
Apa jamak dari "mawaathina"?
Di mana letak bukit Hunain?
Hmmm,, soal2 yang membuat diiku gerogi. Dan mendapat sekak mat dari dewan juri.
Ahhh...
Aku tak boleh menyerah.
Kesempatan itu maaih terbentang luas bak pematang sawah.
Besok penampilan panggung di Serang menanti
Semoga aku sanggup belajar dari semua kesalahan ini.
Bus Arimbi, 19 Feb 2016

Ahad, 14 Februari 2016

Mengenang Almarhum Ayah Sahabatku
di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh (Qs. An Nisa: 78)

Ajal, adalah satu di antara empat perkara yang telah ditetapkan Allah sejak lahir. Bahkan jauh sebelum lahir, ketika makhluk yang disebut manusia itu masih bebentuk segumpal darah yang berumur 120 hari dalam kandungan.
Ajal menjadi perkara yang tidak dapat dimundurkan kedatangannya, tidak pula dimajukan.
Benteng yang kokoh, gedung yang tinggi, hotel yang mewah Rumah Sakit VIP atau tempat yang paling aman sekalipun tidak akan mempu menghadang kedatangan ajal, jika waktunya telah tiba. Gubuk yang reot, rumah susun, rumah minimalis juga sama. Dan itu yang telah dialami oleh ayah sahabatku, hari ini.

Sabtu, 13 Februari 2016

Anyway LGBT No Way!! (bag.1)

Aku dan Gay yang Menyebalkan
LGBT?? What is it?? Opo se iku?
Aku sebenarnya tipe orang yang kurang begitu peduli dengan lingkungan. Tempat tinggalku saat ini bukanlah berada di sebuah perkotaan yang selalu update akan informasi, bukan pula di perkantoran atau instansi yang meyediakan paket wi-Fi. Saat ini aku berada di kampung halaman dengan jaringan internet yang pas-pasan. Meski demikian bukan berarti aku menjadi makhluk yang ketinggalan jaman. Bukan!
AKU PENGEN JADI ALLAH

Cita-cita kamu apa nak? Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab oleh santri-santri kid Pesantren Al Khairiyah. Maklum, umur masih terlalu kecil saat itu untuk mengetahui makna dari sebuah cita-cita.
Ketika ibu guru ditanya oleh salah satu muridnya, dia menjelaskan bahwa cita-cita adalah harapan, keinginan di masa depan.
Amin        : Kalau besar nanti, aku ingin jadi pilot Bu. Soalnya pilot bisa terbang di langit.
Bu Guru  : Bagus, bagus.
Basyir      : Kalau aku ingin jadi polisi Bu. Soalnya polisi bisa menangkap penjahat.
Bu Guru  : Luar biasa!
Asad        : Kalau aku ingin jadi Malaikat Ridwan Bu. Soalnya dia tidak masuk neraka.
Bu Guru  : Hmmmm..
Khairul    : Jadi nabi Muhammad Bu. Kata pak Ustadz, beliau dijamiin masuk surga.
Bu Guru  : (ngangguk ngngguk)
Riko         : Kalau cita-citaku pengen jadi Allah Bu. Soalnya Dia yang punya semuanya. Dan pasti masuk surga kan Bu.
Bu Guru  : (tertawa dalam hati) sebelum akhirnya meluruskan duduk perkaranya.
#kenangan masa kecil 1995

Nganjuk, 12 Feb 2016

Jumaat, 12 Februari 2016

MALAM JUMAT RIKO (1)
Oleh: Achmad Marzuqi
Tak pernah terbersit dalam benak Riko untuk hidup di dalam jeruji suci. Sebuah tempat yang mempunyai bangunan-bangunan kokoh berlapis tembok. Ruang-ruang tampak berjajar rapi, lengkap dengan kursi dan meja belajarnya, seperti kompleks sekolah.
Yang dia rasakan saat ini dia berkumpul dengan anak-anak seusianya, yang belum pernah dia kenal sebelumnya, baru. Pakaian yang dia pakai pun sudah berubah. Biasanya dia memakai pakaian bebas semaunya, kecuali jika hendak berangkat sekolah Dasar di pagi hari dan berangkat ke Taman Pendidikan Al Quran di sore hari. Kini, hanya tiga jenis pakaian yang dia pakai, jubah putih lengkap dengan pecinya, baju seragam tidur dan seragam sekolah, MI.
“Ko, hati-hati ya di sana nanti. Taati segala peraturan yang ada. Ayah dan ibumu mendoakan dari sini,” pesan ibunya.

Khamis, 11 Februari 2016

ANAK DALAM TEROPONG AL QURAN
Oleh: Achmad Marzuqi


Hari Anak Nasiaonal.Seperti sebuah hari yang baru aku dengar. Pasalnya pas jamanku dulu sekolah, belum pernah dengar istilah ini. Paling cuma Hari Ibu, Hari Pahlawan sampai Hari-hari besar keagamaan. Ah kamu ini... kastrok banged sih!!
Hehe, iya juga. Maklum, lulusan pesantren. taunya ngaji, ngaji dan ngaji. Apa iya?
Gini-gini masih bisa searching kok, nanya ke si mbah. Dan ternyata kata si Embah Hari Anak Nasional itu jatuh pada tanggal 23 Juli. Jadi gimana donk?
Soalnya keponakan-keponakanku dan juga siswa-siwa MI sekecamatan Kertosono dapat undangan ke Waterpark dengan harga yang amat miring, Rp. 8000/masuk. Padahal biasanya tiket bisa mencapai Rp. 35.000
Ah lupakan!

Rabu, 10 Februari 2016

Sesuai saran bang Syaiha, mari kita saling follow blog, twitter n FB... 

1. Julia Rosmaya
FB: Julia Rosmaya Riasari Rustam
Blog: juliarosmaya.blogspot.com
Twitter: MAYA_JR2

2.rina lailana
Fb : rina lailana
Blog : rinalaa.blogspot.co.id
Twitter : @rinna_el

3.  Ana Zuhriatun Nisa
Blog : anaazn.blogspot.com
Fb : Ana Zuhriatun Nisa
Twitter : @sakura_azn
Sekalian ig ya, @ana_zuhria

4. Bang Syaiha
FB: Syaiful Hadi
Twitter @bang_syaiha

5. Febie Pranolosa
Fb: febie sylvia loner
Blog: fe13bi.wordpress.com
Twitter: @fersamikyal
Ig: febie pg

6. M. Septian Wijaya
Blog : muhamadseptianwijaya@blogspot.co.id
FB : Muhamd septian wijaya
Twitter : @wijayarts
Ig : @wijayarts

7. Ulfa Desiliana
FB : Ulfa Desiliana
IG : UlfaDesiliana
Twitter : @Lianaulfa17 (maaf baru bikin, blm prnh ngetwitt )
Blog : Lianaulfa93.blogspot.com

8. Aydi Rainkarnichi
blog: aydiriku.wordpress.com
ceritafiksibelumselesai.blogspot.co.id
fb: Aydi Rainkarnichi
twitter: @aydiriku

9. Audrey Saudjhana
FB: Audrey Saudjhana
Twitter: -
Blog: ketikajadiblogger.blogspot.com
beranitukbermimpi.blogspot.com

10. Irma Sari
Blog :asapenazahra.blogspot.co.id
Fb     : https://www.facebook.com/profile.php?id=100007989168647
Tw    :@irmasarimks


11. Nurul Lailatis
Blog : nurullimsun06.blogspot.com
Fb : Nurul Lailatis Sa'adah
Tw : @misslimsun
Ig : @nurullimsun

12.Hidayati Nur
Blog: sinichikazumi.blogspot.co.id
t: @nurhieday
IG: HIEDAYATI_NUR
fb: Hidayati Nur

13. Roma Pakpahan
Blog : romapakpahan.blogspot.co.id
Twitter : @roma_corner
FB : roma pakpahan
IG : roma_pakpahan

14. Nuur Farida (riri)
Blog : apurusrinufa.blogspot.com
Twitter : @apurusrinufa
Fb : Rie Nufa / Riri

15. Sabrina Anggraeni Lasama.
Blog : memoar-random.blogspot.com
Fb : Sabrina Anggraeni Lasama
Sosial media lainnya ga ada
16. Nindyah
Blog:
eryndy.blogspot.com
Fb: Nindyah Widyastuti

17. Achmad Ikhtiar
Blog : achmadikhtiar.blogspot.com
Achmadikhtiar.wordpress.com
Twitter: @achmadikhtiar
Fb: Achmad Ikhtiar   
                                                       
18. Achmad Marzuqi                                            
blog salamilmu.blogspot.co.id                                   
tw : @mas_juki                                                                
fb : Jucky Pengen Naikhaji
Pin : 24db0072

19. Angesti Purwita
blog : angestip.blogspot.com
tw: @AngestiPurwita
fb : Angesti Purwita
IG : angesti_purwita

20. Dwi Andayani
Blog: seberkascahaya55.blogspot.com
Fb: Dwi Andayani(Sang Pemimpi)
Ig: Andayanid93


21. Laily Nurtawajjuh
FB. Laily Nurtawajjuh
Blog. www.senseipetualang.xyz
laillombok.wordpress.com.             

 22. Lia Kurniawati.                          
 Blog. lia_kurniawati.com                 
 FB : Lia Kurniawati.                         
 Twitter : @kurniawati_78.                
 LinkedIn : lia_kurniawati

 22. Hawin Nuriyanah
Blog : hawinwina19.wordpress.com
FB : Hawin Nuriyana

23. Leni Marliany
        Fb:Leni Marliany
       Twitter:@leni.marliany

24. Muhammad Zaini: muhammadzaini.com

25. Atik Wahyuni
Fb : Atik Wahyuni
Blog : atikw4hyuni@blogspot.com

26. Intan Rainy Legita
E-mail: intanlegita@gmail.com
Fb: Intan Rainy Legita
Twitter: @RainyIntan
IG: @RainyIntan
Blog: intanrainy.wordpress.com

27. Ken Patih Adichandra
Fb : Ken Patih Adichandra
Blog : patihpedia.blogspot.com

28. Ratih Dyah k
Fb : Ratih kumalasari
blog: /cuapcuapratih.blogspot.co.id

29. Harun Tsaqif
Fb : Harun Tsaqif
Twitter: Harun Tsaqif
IG : Harun Tsaqif
Blog: haruntsaqif.blogspot.com
30. Irma Anggraini Adi
FB : Irma Anggraini Adi
Twitter : @rmhbljr
IG : @Irma_Fang
Blog : Irmafang11.wordpress.com

31. Zulfa Amalia
FB: Zulfa Firdaus
Twitter: Zulfa_amaliaa
IG: zulfa.firdaus
Blog: zulfaamaliaa.blogspot.com

32. Rifa
FB : rifa_fa@yahoo.co.id
Blog : rifasrihidayati.blogspot.com

33. Ella
FB: Ella Nurhayati
Twitter: @kataella
IG: @kataella13
Blog: kataella.blogspot.com


Selasa, 09 Feb 2016
Aku Kau dan Malam Minggu
Jika cinta memanggilmu maka dekatilah dia
Walau jalannya terjal berliku
Jika cinta memelukmu maka dekaplah dia
Walau pedang disela-sela sayapnya melukaimu (Kahlil Gibran)

Semilir angin mendesir segar terasa, dedaunan pohon melambai indah berirama, burung-burung terlihat berloncatan asyik bercengkrama. Seakan ingin menemaniku yang sedang duduk mengguratkan pena.
“Bang, sudah beres puisinya?” tanya Jaka yang membaca buku tak jauh dariku.
“Belum Ka, sebentar lagi,” kataku, “kehabisan ide.”
“Kata abang, pematang sawah adalah sumber inspirasi yang sempurna untuk merangkai kata.”
“Ya Ka, tinggal 10 persen lagi,” jawabku sedikit menerka.
Aku menengadah ke atas, kulihat langit di ufuk barat semakin berwarna jingga, sementara gumpalan awan gelap hampir menelan bulat-bulat matahari yang tak berdaya, maghrib.
“Ayo kita pulang,” ajakku pada Jaka.
 Tak butuh waktu lama untuk mencapai kosan, rumah sementara kami tinggal. Kosan yang letaknya cukup strategis menurutku. Mudah diakses, di pinggir jalan, tak jauh dari masjid dan yang pasti mewah, mepet sawah.
Akankah malam mingguku ini kembali indah?
Secarik kertas telah aku siapkan untuk malam sepesial ini.

Sabtu, 6 Februari 2016

BBM

BBM
Oleh: Achmad Marzuqi
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Qs. Ar Ra’du: 11)

“Lho, kok masih di sini. Nggak ikut ngelayat Han?” Suara ibunya membuyarkan lamunan Fathan.
“Memangnya ada yang meninggal bu?” Fathan balik bertanya.
“Ini ibu baru dari sana.” Ibunya terlihat menenteng tas plastik, bungkus beras.
“Siapa yang meninggal?” Fathan penasaran
“Ibu Tintin,” jawab ibunya.
pribadi introvert yang harus dihindari-marzuqi
“Ibu Tintin?” Fathan mengeryitkan dahinya. “Bukannya baru melahirkan seminggu lalu?”
KADO UMROH UNTUK MAMA
Penulis : Achmad Marzuqi

Teng teng teng teng
Sebuah nada sms membuyarkan konsentrasi belajar seisi ruang kelas.
“Who is bringing mobile phone?” Mr. Karim sontak melotot menebar pandangan.
“Keep silent please or I sell your mobile phone!” Lanjutnya mengancam.
Seisi kelas sedikit gaduh, saling menoleh mencari sumber suara sebelum akhirnya menemukan Fathan, pemilik sumber suara yang bergerak mengambil HP dari dalam tas.
kado umroh untuk mama
Aku tidak mau mengambil resiko, daripada dirampas oleh teacher.

Popular Posts