Isnin, 11 Januari 2016

MBAH BISHRI DAN TETANGGA CHINA

Shalat Mayit
Suatu hari Mbah Bisri Mustofa didatangi orang China, “Mbah ayahku meninggal. Tolong dishalatkan seperti layaknya orang Islam.” “Yaudah, pulang dulu sana, nanti kami ke sana.” Kata Mbah Bishri. Kemudian beliau mengajak para santrinya beraangkat ke rumah orang China tersebut dengan membawa sajadah. Karena sudah masuk waktu Zhuhur, beliau mengajak para santrinya shalat, sementara mayit di letakkan di baris paling belakang. “Mbah, kenapa mayit ayah saya diletakkan di belakang, biasanya di depan.” Si China protes.
“Gini, yang diletaakkan di depan itu yang sudah tahu jalan. Ayah kamu belum tahu jalan jadi diletakkan di belakang.”

(KH. Sarafudin Rembang)
Gara-gara Ketiduran
Oleh : Achmad Marzuqi

“Ini siapa ya?” Kataku sambil mengernyitkan dahi di suatu sore, “MasyaAllah pak, masak lupa ama suaraku”, Kata seorang wanita di seberang telepon. “Emm...bentar, ada perlu apa?” kataku pura-pura sok tahu. Dari suaranya mulai aku bisa mengenali, dia kawanku sewaktu mesantren di Sukabumi. “Bisa kan pak Juki?” katanya merayu, “Kapan?” tanyaku, “Besok, Minggu Wage, inget ya, pagi sehabis subuh.” Lanjutnya mengingatkan. “Oke, insyallah kalo aku gak sibuk.” Segera kawanku menyela, “Alaah sok sibuk ni pak Juki, pokoknya datang aja ya, aku tunggu.” Katanya sambil buru-buru mau menutup handphone.
Begitulah, aku pun menyanggupi ajakannya setelah melihat kalau besok hari Minggu, kursusku libur dan aku juga kebetulan merasa kesusahan dalam muroja’ah hafalan. Sebuah ajakan yang mulia? Khataman Al Qur’an.
Sedikit agak malas sih, saat esoknya hendak berangkat, tapi karena aku sudah berjanji, aku pun berangkat pukul 07.00. aku berjalan setapak demi setapak menuju Tugu Garuda untuk mencari Angkutan Umum menuju tempat yang sudah dikodekan oleh Laila, kawanku. Cukup merogoh uang Rp. 10.000,- aku udah sampai di perempatan Muneng. Sopirku namanya Sudar, dia cukup ramah, darinya aku tahu banyak hal tentang Pare dan sedikit kebiasaan anak-anak yang kursus di Pare, dia juga memberiku nomer kontak, jika seandainya aku butuh kendaraan.
jangan tidur di bus kalau sudah dekat, nanti kebabalasan lho..
Cukup lama juga aku menunggu konfirmasi dari Laila,

Sabtu, 9 Januari 2016

   BUKAN SALAH PENGANTEN
Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI.

Oleh : Achmad Marzuqi
Setelah diadakan pembicaraan kecil antara para sopir, kendaraan-kendaraan pengiring penganten yang terdiri dari 3 buah mobil dan satu elf inipun berangkat. Sementara mobil xenia dengan plat AG milik mempelai pengenten berada paling depan memimpin. Tujuannya cukup jelas, kampung Mojo Ploso Kediri. Empat hari lalu acara walimahan diadakan di rumah mempelai putri, sekarang giliran sebaliknya.
Aku termasuk bagian dari rombongan iring-iring penganten ini. Aku berangkat bersama saudara dan sanak famili lainnya di dalam elf. Karena pengantennya adek perempuanku sendiri.
Macetnya jalanan di kota Kediri membuat mobil yang aku tumpangi terpisah, jauh mendahului mobil utama. Padahal tidak ada dari kami yang tahu pasti lokasi rumah mempelai pria, hanya berbekal nama desa yang akan dituju, Mojo.
@BNI #AskBNI Adekku yang menikah, Muflihah

Rabu, 6 Januari 2016

#Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI. Oleh : Achmad Marzuqi “Pokoknya pulang dulu saja, biar urusan kamu cepat selesai.” Omongan panjang kakak perempuanku, Mbak Choir dari seberang telepon menghapus segala kebimbanganku, pulang ataukah bertahan di kosan, Pare. Menunggu di halte bus menjadi sesuatu yang membosankan, tetapi kebosananku hilang kala aku bertemu dengan Deby, Zum dan Merry di jalan. Sungguh menyenangkan bertemu dengan mereka hingga sebuah bus berhenti di pinggir jalan, “ini lewat Jombang Mas, naik saja.” kata penjual jus buah di pinggir halte. “Makasih Pak,” kataku padanya. Tak lupa aku pamitan pada tiga teman satu kursusan ku. Bismillah, patokan pemberhentianku jelas. Daerah Randu seberang rel kereta api. “Randu Mas.” Kataku pada kondektur sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribu. Aku mengumpat dalam hati kala uang kembalian hanya tiga puluh ribu. Seminggu lalu masih sepuluh ribu, sekarang? Protes urung kulakukan dan aku hanya bisa husnuzhon saja.

Isnin, 4 Januari 2016

Kamis, 03 Juli 2014 Entah, kapan aku mulai punya kendaraan bermotor ini. Sebuah motor Honda dengan plat Hitam F 4875 VO, yang bisa dibilang cukup sederhana. Warna dasarnya sih hitam dengan corak merah kemerahan.
Yang pasti dan paling aku ingat aku di DO dari pesantren di hari Minggu, antara 5 atau 12 Desember 2010. Seminggu diterpa rasa galau di kosan beralamat Tipar Gede belakang Ramayana, akhirnya ada tawaran mengajar di Kep. Anambas Kep. Riau. Kontrak kerja 4 bulan dengan gaji Rp. 8.000.000/bulan plus uang transport dan hadiah Perlombaan MTQ tentu bukan suatu penghasilan yang kecil. Alhasil dari uang tersebut aku membeli motor ini dengan banderol harga Rp. 7.500.000 kontan dari Mini Showroom Abah di tetangga kosan. Waktu itu aku sedang menjalani PPL di MA Jamiyyatul Mutaallimin Nyomplong, di awal-awal bulan tahun 2011. Motor inilah yang setia menemani hingga tulisan ini ditulis, berkali dioprek, dibengkel dan diservis yang tentunya bisa abis jutaan rupiah. Postinagn poto berikut ini tentunya bukan untuk dijual atau dilelang seperti yang biasa dilakukan kawan-kawan asramaku di SMPIT Al Araf, apalagi Ust. Azis di lapaknya Sukabumi Shopping. Mungkin emang jadi sifat dan kebiasaanku, entah terlalu pelit atau sayang gonta ganti barang. Bukan hanya motor, HP, baju dan masih banyak lagi. Kamar Kecil, 11 Desember 2014

Selasa, 9 Disember 2014

Senin, 30/06/2014 KAMERAKU KAMERA NIKON COOLPIX L320 Hari ini adalah hari pertama aku punya kamera, NIKON COOLPIX L320. Entah apa rasanya punya kamera sebagus ini, dengan pembesaran hingga 26x dan ukran 32MP. Keren Kaan... Dengan perantaraan sahabat yang biasa COD an di Sukabumi Shopping, kenallah aku dengan calon penjual kamera, kang siapa ya,, lupa aku juga. Pokoknya orang Cimahi Girang. Penawaran 1,4jt alhamdulillah bisa kena 1,3jt.
Selepas pulang liburan dari Jawa, tepatnya saat dijemput pak Santoso eh, kebalik. Tepatnya saat menjemput pak Santoso, karena yang pulang pak Santoso yang pulang dan aku yang menjemput maka sekalian aku membeli cash kamera tersebut dengan banderol Rp. 1,3jt. Penasaran kan dengan hasil-hasil jepretannya??? Ini dia hasilnya di awal-awal penggunaan: Sobat,, itulah sedikit hasil Poto Kamera Nikon ku di hari pertama. Semoga bisa awet dan bermanfaat selalu. AMIIIIIN. Kamar Kecil, 09/12/2014

Ahad, 6 Julai 2014

NO NAMA
1 M. Anshori Fadhilah
2 M. Zanzein Nugroho
3 M. Fathan Mubina
4 Usamah Dien Baqier
5 M. Dhafin Al Ghifary

Isnin, 8 Julai 2013

Kadudampit (07/07/2013) Inilah kali pertama dalam sejarah perjalanan SMPIT Al Araf, ada lautan manusia. Menjelang ramadhan, Baitul Mal wat Tanwiil (BMT) Al Manshur bekerja

Isnin, 17 Jun 2013




Gus Dur juga manusia. Kira-kira begitu kata yang tepat menggambar sang mantan presiden yang humoris ini. 



1. Kalau 5 tahun kawin, langsung punya 4 anak, itu 

Popular Posts